UAS JARINGAN KOMPUTER

 SOAL

 1. Dalam beberapa keperluan dan kondisi, penerima surat elektronik bisa membalas secara otomatis dengan template/tampilan yang sudah ditentukan untuk mengirimkan surat elektronik balasan kepada pengirim surat elektronik pertama. Penerima surat elektronik pertama fitur apa dalam layanan server surat elektronik tersebut? Bagaimanakan melakukannya? 

2. Dewasa ini banyak sekali aplikasi media sosial yang digunakan masyarakat Indonesia, namun sayangnya tidak sedikit pula pengguna sosial media tersebut kehilangan kendali terhadap akun sosial medianya dan dikendalikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan mencoba mencari keuntungan. Bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Dan dikategorikan kedalam jenis hacker apa? 

3. Jika kita berselancar dengan menggunakan browser, terdapat beberapa URL suatu situs yang diawali dengan https://www.domain.com . Apa perbedaan https dengan http? Bagaimana cara/teknik kerja url https tersebut? 

4. Dalam jaringan provider telepon selular di Indonesia banyak sekali tower-tower untuk telekomunikasi. Teknik jaringan telepon selular ini menggunakan teknik load balancing atau fail over? Jelaskan alasannya? 

5. Buatlah perhitungan subnetting dengan ilustrasi lingkungan rumah didalam rukun tetangga anda masing-masing?

JAWABAN

1. Fitur tersebut dinamakan Auto Reply yaitu suatu fitur yang dapat menjawab email secara otomatis. Contoh fitur Out of Office Assistant yang merupakan fasilitas di dalam Ms Outlook yang dapat membantu kita untuk memberikan balasan terhadap email yang masuk ke account email kita, ketika kita sedang tidak ada di tempat atau berhalangan. Misalnya saat kita dalam perjalanan bisnis berhari-hari atau saat kita sedang dalam cuti panjang. Dengan demikian pengirim tidak dibuat terlalu lama menunggu balasan.

Langkah-langkahnya :

Membuat template pesan

Pada menu File, klik New > Mail Message.

Pada tab Options, klik Plain Text.

Ketik pesan yang ingin dikirimkan sebagai balasan otomatis.

Klik Microsoft Office Button (berbentuk lingkaran di pojok kiri atas) dan Kemudian klik Save As.

Pada kotak dialog Save As, pada Save as type, pilih Outlook Template (*.oft).

Pada kotak File name, ketik nama file untuk template pesan kemudian kilik Save.

Buat sebuah rule untuk secara otomatis membalas email baru yang masuk

Pada menu Tools, klik Rules and Alerts.

Pada kotak dialog Rules and Alerts, klik New Rule.

Di bawah Start from a blank rule, klik Check messages when they arrive, Kemudian klik Next.

Di bawah Which condition(s) do you want to check?, pilih sent only to me dan kriteria lain yang diinginkan, Kemudian klik Next.

Jika terdapat kotak dialog yang menginformasikan bahwa rule ini akan diterapkan untuk setiap pesan/email yang diterima, klik Yes.

Di bawah What do you want to do with the message?, pilih reply using a specific template.

Di bawah Step 2: Edit the rule description (click an underlined value), klik a specific template.

Pada kotak dialog Select a Reply Template, pada bagian kotak Look In, klik User Templates in File System. Atau klik kotak Browse di sebelah kanannya jika file template tadi disimpan di lokasi lain, misal di My Documents.

Klik nama file template yang sudah dibuat sebelumnya, Kemudian klik Open > klik next.

Opsional, dapat memilih salah satu jika ada pengecualian untuk rule auto-reply > next.

Di bawah Step 1: Specify a name for this rule, ketikkan nama untuk rule, Kemudian klik Finish.

2. Hal ini biasanya terjadi karena pengguna sosial media terkena penipuan yang dikategorikan sebagai phising. Phising adalah suatu metode kejahatan dunia maya di mana korbannya dihubungi melalui email, telepon atau pesan teks oleh seseorang yang menyamar sebagai lembaga tertentu yang sah untuk memikat individu agar memberikan data informasi sensitif dari korbannya seperti yang dapat seperti username dan password akun bahkan rincian kartu kredit dan perbankan. Di dalam email tersebut biasanya akan terdapat sebuah tautan ke halaman palsu yang tampilannya dibuat persis seperti website yang asli untuk menjebak seseorang. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengakses akun-akun penting dan dapat mengakibatkan pencurian identitas dan kerugian finansial.

3. Perbedaan http dan https :

Dalam HTTP, URL dimulai dengan “http: //” sedangkan HTTPS, URL dimulai dengan “https: //”.

HTTP menggunakan nomor port 80 untuk komunikasi dan HTTPS menggunakan 443.

HTTP dianggap tidak aman dan HTTPS aman.

Selanjutnya adalah http Berfungsi di Lapisan Aplikasi dan HTTPS berfungsi di Transport Layer.

Dalam HTTP, Enkripsi tidak ada dan Enkripsi hadir dalam HTTPS.

HTTP tidak memerlukan sertifikat apa pun dan HTTPS membutuhkan Sertifikat SSL.

Cara kerja https :

Browser akan melakukan validasi dari sertifikat SSL dan memastikan website tersebut benar-benar valid. Selama proses SSL handshake, untuk public key dan private key akan melakukan enkripsi dan dekripsi. Apabila sertifikat valid, session key akan dibuat oleh klien dan server.

4. Load balancing, karena provider telepon seluler menggunakan tower jaringan seluler atau bts yang bertujuan untuk mendistribusikan beban kerja sehingga memaksimalkan throughtput dan meminimalisir response atau interval dan menghindari overload.

5. Perhitungan Subnetting

Alamat IP Address : 192.168.1.1/24

1. Jumlah Subnet = 2’x (prefix) – y (prefix natural)

= 2’24 – 24

= 2’0

= 1 subnet

2. Jumlah host = 2’32>jumlah bit ipv4 – x (prefix) – 2

= 2’32 – 24 – 2

= 2’8

= 256 – 2 (untuk host yang valid pada prefix /24 adalah jumlah keseluruhan ip address kelas c (256) dikurangi 2)

= 254 host

3. Blok subnet = 256 – 0

= 256

jadi  dihitung dari blok pertama adalah 0 selanjutnya ditambahkan 256

= 0 dan 256

untuk broadcast pada prefix /24 adalah jumlah keseluruhan ip address kelas c (256) dikurangi 1.

Subnet     : 192.168.1.0 > 192.168.1.256

Host ke-1    : 192.168.1.1 > -

Host end     : 192.168.1.254   > -

Broadcast    : 192.168.1.255   > -


Alamat IP Address : 192.168.1.0/26 > berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

1. Jumlah Subnet = 2’x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2’2 = 4 subnet

2. Jumlah Host per Subnet = 2’y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2’6 – 2 = 62 host

3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128 + 64 =192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

4. Host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet              : 192.168.1.0  > 192.168.1.64     > 192.168.1.128 > 192.168.1.192

Host Pertama    : 192.168.1.1  > 192.168.1.65     > 192.168.1.129 > 192.168.1.193

Host Terakhir   : 192.168.1.62 > 192.168.1.126  > 192.168.1.190  > 192.168.1.254

Broadcast         : 192.168.1.63 > 192.168.1.127  > 192.168.1.191  > 192.168.1.255


Alamat IP Address : 192.168.1.1/29

Sama seperti cara pertama.

1. Jumlah Subnet 

= 2’29 – 24

= 2’5

= 32 subnet

2. Jumlah host

= 2’32 – 29 – 2

= 2’3 – 2

= 8 – 2

= 6 host

3. Blok subnet = 256 – oktet terakhir subnet mask (prefix)

= 256 – 248

= 8

Jadi dihitung dari blok pertama adalah 0 selanjutnya ditambahkan 8 hingga 32 blok subnet

= 0, 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, 88, 96, 104, 112, 120, 128, 136, 144, 152, 160, 168, 176, 184, 192, 200, 208, 216, 224, 232, 240, 248

Subnet        : 192.168.1.0 > 192.168.1.8   > 192.168.1.16

Host ke-1    : 192.168.1.1 > 192.168.1.9   > 192.168.1.17

Host end     : 192.168.1.6 > 192.168.1.14 > 192.168.1.22

Broadcast    : 192.168.1.7 > 192.168.1.15 > 192.168.1.23

Hingga

Subnet        : 192.168.1.248 > 192.168.1.256

Host ke-1    : 192.168.1.249

Host end     : 192.168.1.254

Broadcast    : 192.168.1.255


Comments